Mahasiswi PBSI mengajar di SMK Malaysia

 

Wahidah yang pada kesempatan tersebut menjadi perwakilan PBSI dalam memberikan materi tentang pentingnya mengajar dengan menyisipkan hiburan. Sebab, menurut Wahidah mengajar tanpa ada unsur hiburan akan membuat sensor dan sel syaraf tidak terstimulus dengan baik, sehingga pelajaran terkesan membosankan. Dengan menerapkan pola seperti ini diharapkan akan memberikan atmosfir yang berbeda dibandingkan dengan pola pengajaran tanpa hiburan.

Bagi Wahidah, pendidikan dan pembelajaran dalam kelas sejatinya menyenangkan. Sebab, jika peserta didik datang ke sekolah dan sekolah tidak memberikan rasa tenang dan terhibur akan membuat anak didik tidak betah di sekolah. Dampaknya adalah anak didik akan malas masuk ke sekolah dan kemungkinan terburuknya adalah mereka akan ke sekolah guna menjalani ritual belaka.

Kegiatan Intership ini adalah tahun ketiga yang diselenggarakan oleh UTM dan Universita Hamzanwadi. Menurut Debi, yang diwawancarai pada kesempatan yang berbeda mengatakan program ini cukup membantu kami (mahasiswi,-Pen) untuk lebih kreatif dan mengoptimalkan bakat dan talenta yang ada. Sebab tantangan pendidikan untuk tahun-tahun ke depan cukup berat. Sebab itu melalui program seperti ini sedikit tidak akan men-trigger mahasiswa untuk lebih mempersiapkan diri dengan baik.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 15 Maret-5 April 2018 memberikan kesan tersendiri bagi para peserta Intership Program.